1 Adam Khoo
Dia orang Singapura. Waktu kecil, ia adalah penggemar berat games dan TV. Sehari, ia bisa berjam-jam di depan TV. Baik main PS atau nonton TV.
Adam Khoo pun dikenal sebagai anak bodoh. Ketika kelas empat SD, Ia dikeluarkan dari sekolah. Ia pun masuk ke SD terburuk di Singapura. Ketika akan masuk SMP, ia ditolak oleh enam SMP terbaik di sana. Akhirnya, ia bisa masuk ke SMP terburuk di Singapura. Begitu terpuruknya prestasi akademisnya, tapi lama kelamaan membaik justru karena cemoohan teman-temannya, hingga akhirnya memperoleh kesuksesan di dunia bisnis.
Prestasi Adam di dunia bisnis ditandai pada saat Adam berusia 26 tahun. Ia telah memiliki empat bisnis dengan total nilai omset per tahun US$ 20 juta.
Kisah bisnis Adam dimulai ketika ia berusia 15 tahun. Ia berbisnis music box. Bisnis berikutnya adalah bisnis training dan seminar. Pada usia 22 tahun, Adam Khoo adalah trainer tingkat nasional di Singapura. Klien-kliennya adalah para manager dan top manager perusahaan-perusahaan di Singapura. Bayarannya mencapai US$ 10.000 per jam.
2. Albert Enstein
Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.
3. Aristotle Onassis
Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata:
Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi guru guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang. Walaupun raportnya di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Akhirnya dia menjadi seorang milyuner.
4. Thomas Alva Edison
Suatu hari, seorang bocah berusia 4 tahun, agak tuli dan bodoh di sekolah, pulang ke rumahnya membawa secarik kertas dari gurunya. ibunya membaca kertas tersebut,
Tommy, anak ibu, sangat bodoh. kami minta ibu untuk mengeluarkannya dari sekolah.
Sang ibu terhenyak membaca surat ini, namun ia segera membuat tekad yang teguh, ” anak saya Tommy, bukan anak bodoh. saya sendiri yang akan mendidik dan mengajar dia.”
Tommy kecil adalah Thomas Alva Edison yang kita kenal sekarang, salah satu penemu terbesar di dunia. dia hanya bersekolah sekitar 3 bulan, dan secara fisik agak tuli, namun itu semua ternyata bukan penghalang untuk terus maju.
Siapa yang sebelumnya menyangka bahwa bocah tuli yang bodoh sampai-sampai diminta keluar dari sekolah, akhirnya bisa menjadi seorang genius? jawabannya adalah ibunya! Ya, Nancy Edison, ibu dari Thomas Alva Edison, tidak menyerah begitu saja dengan pendapat pihak sekolah terhadap anaknya.
5. Chris Gardner
Sudah pernah nonton film atau baca buku Pursuit of Happyness ? Itulah kisah nyata kehidupan Christoper Paul Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olenya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah orang berpendidikan tinggi tapi dia terus berusaha dan berjuang, Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.
6. Ludwig Van Beethoven
Jika anda mengenal seorang wanita yang sedang hamil, yang telah mempunyai 8 anak, tiga diantaranya tuli, dua buta, satu mengalami gangguan mental dan wanita itu sendiri mengidap sipilis, apakah anda akan menyarankannya untuk menggugurkan kandungannya? Jika anda menjawab ya, maka anda baru saja membunuh salah satu komponis masyur dunia. Karena anak yang dikandung oleh sang ibu tersebut adalah Ludwig Van Beethoven. Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak, tapi akhirnya ia menjadi Komponis yang terkenal dengan karya 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi.
7. Louis Braille
Louis Braille mengalami kerusakan pada salah satu matanya ketika berusia 3 tahun. Waktu itu secara tidak sengaja dia menikam matanya sendiri dengan alat pembuat lubang dari perkakas kerja ayahnya. Kemudian mata yang satunya terkena sympathetic ophthalmia, sejenis infeksi yang terjadi karena kerusakan mata yang lainnya. Kebutaan tidak membuatnya putus asa, ia menciptakan abjad Braille yang membantu orang buta juga bisa membaca. Sekarang siapa yang tidak tahu Abjad Braille?
8. Abraham Lincoln
Kisah Lincoln merupakan contoh klasik orang-orang yang benar-benar berani gagal.
Gagal dalam bisnis pada tahun 1831.
Dikalahkan di Badan Legislatif pada tahun 1832.
Gagal sekali lagi dalam bisnis pada tahun1833.
Mengalami patah semangat pada tahun 1836.
Gagal memenangkan kontes pembisara pada tahun1838.
Gagal menduduki dewan pemilih pada tahun 1840.
Gagal dipilih menjadi anggota Kongres pada tahun 1843.
Dilantik menjadi anggota Kongres pada tahun 1846.
Gagal menjadi anggota Kongres pada tahun 1848.
Gagal menjadi anggota senat pada tahun 1855.
Gagal Menjadi Presiden Pada Tahun 1856.
Gagal Menjadi anggota Dewan Senat pada tahun 1858.
Akhirnya pada tahun 1860 dilantik sebagai presiden Amerika yang ke-16 dan salah seorang presiden yang sukses dalam sejarah Amerika.
9. Bill Gates
Nah, ada yang tidak kenal Bill Gates? William Henry Gates III, atau yang lebih dikenal Bill Gates adalah pendiri (bersama Paul Allen) dan ketua umum perusahaan perangkat lunak AS, Microsoft. Ia juga merupakan seorang filantropis melalui kegiatannya di Yayasan Bill & Melinda Gates. Ia menempati posisi pertama dalam orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007). Siapa sangka dia DO dari Harvard dan sebelumnya pernah bekerja sebagai Office Boy
10. Mark Zuckerberg
Nah, yang satu ini dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri. Bagaimana tidak, dimulai dari sebuah situs penghubung mahasiswa Harvard, ternyata banyak yang menyukainya, dengan nekat ia mengikuti jejak seniornya, Bill Gates, DO dari Harvard untuk mengembangkan situs tersebut menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Tahukah Anda? Mark pernah menolak tawaran Friendster yang ingin membeli Facebook 10 juta US$, artinya sekitar Rp. 9,500,000,000 (kurs Rp. 9,500), tawaran dari viacom 750 juta dolar (Rp. 7,125,000,000,000) dan yang paling mengagetkan tawaran dari yahoo satu miliar dolar (Rp. 9,500,000,000,000).
sumber: kaskus.us
16 Desember 2012
Kisah orang-orang bodoh, cacat dan yang berkali-kali gagal dan akhirnya sukses
Diposting oleh
agung
di
00.55
0
komentar
Label: Renungan
14 Juni 2012
KERJA, UANG & MAKNA
Riset pada sejenis burung beo: Sebagian diberi makan terus saja, sebagian lagi baru diberi makan bila telah melakukan sebuah "pekerjaan": diberi kayu mainan kecil yang bila dipindahkan, akan dapat makanan disampingnya. Pada percobaan ini dibuktikan bahwa burung pun lebih suka yang kedua, mendapatkan sesuatu dari "keringat" sendiri. Percobaan yang sejenis dilakukan pada kerapun, mempunyai hasil yang sama.
Kita suka akan kemalasan, tapi kalau kita tidak dapat "memberi kembali" sesuatu maka itu adalah kesengsaraan. Kita ingin memiliki arti pada kehidupan ini. Dengan mampu bekerja maka kita merasa memiliki "hak" atas makan, minum, dan hidup kita. Riset menunjukkan betapa sengsaranya pengangguran. Orang, bila dibutuhkan orang lain, betapapun sengsaranya pekerjaannya, akan memiliki kebahagiaan. Sebaliknya, sering orang bunuh diri, karena tidak lagi merasa dibutuhkan orang lain. Perasaan tidak lagi memiliki "arti" membuat kita sengsara.
Ada sebuah percobaan: Dua kelompok mahasiswa diminta mengerjakan sebuah pekerjaan dan tiap selesai selembar akan diberi uang. Kelompok satu, setiap selesai selembar, diperiksa oleh pengawas dengan penuh perhatian sambil mengangguk angguk dan disusun rapi disamping pengawas itu. Sedangkan kelompok kedua, setiap selesai tanpa dilihat langsung dimasukkan mesin penghancur kertas didepan sang mahasiswa. Ternyata kelompok dua hanya bersedia mengerjakan sedikit saja walau ada insentif uangnya, sedangkan kelompok satu bersedia mengerjakan banyak sekali.
Walaupun anda digajih besar, kalau apa yang anda kerjakan tidak menjadi "sesuatu" karya, akan terasa sebagai sebuah kesiasiaan. Upah baru punya makna bilamana kita butuh untuk bertahan hidup, untuk makan sesuap nasi. Bila kita telah "cukup" dengan kebutuhan dasar manusia, upah sangat rendah nilainya dibandingkan kita menemukan arti pada apa yang kita kerjakan.
Pada jaman ini, "kerja" merupakan sebauh identitas diri, sebuah makna hidup. Bila anda bertemu orang asing dipesawat, yang dibicarakan biasanya adalah "apa pekerjaan anda", jauh sebelum kita tanya "nama" nya siapa. Kerja bukan lagi hanya sebuah "cara" mencari nafkah, tapi sebuah "makna" kehidupan kita, karena sebagian terbesar dari hidup kita ketika terjaga kita habiskan untuk hal itu. Sekedar mendapat upah untuk makan dan tinggal saja sudah tidak cukup memuaskan lagi. Makna, makna, makna.
Manusia adalah mahluk pencari makna. Mengapa menulis blog/ puisi/ status yang ramai dikomentari orang jauh memberi lebih banyak semangat kepada penulisnya, walau tidak mendapat uang? Bilamana kita menulis dan tidak ada satupun komentar, berapa banyak tulisan yang akan kita buat sebelum kita berhenti menulisnya? Bila anda diberi uang untuk menulis, tapi tahu tidak akan ada orang yang membacanya, bagaimana antusiasme anda ketika menulisnya? Kita menulis karena ingin dibaca, dan dibaca orang lain memberi makna kepada kita, dan itu mempunyai makna lebih dari "sekedar uang".
Pelajaran yang didapat bila anda memiliki anak buah adalah: Berikan makna pada pekerjaan yang dilakukan oleh anak buah anda. Feedback yang baik, rasa terimakasih, pujian akan hasil kerja, dan penggambaran bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah bagian penting penunjang kesuksesan pekerjaan di perusahaan anda, akan memberi dampak jauh lebih besar dari pada sekedar menaikkan gajih mereka.
*Tanadi Santoso, Seoul
Diposting oleh
agung
di
00.33
0
komentar
Label: Renungan
09 September 2011
Coba dulu...
Ini sedikit cerita mungkin bermanfaat bg kita :
Seorang pembuat jam tangan berkata kepada Jam yang sedang dibuatnya: "Hai Jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"
"Ha?," kata jam terperanjat,
"Mana sanggup saya?"
"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"
"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"
"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu", tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam: "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.
Ada kalanya kita ragu² dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.
Sumber: milis Kiter Unpad
Diposting oleh
agung
di
23.51
0
komentar
Label: Renungan
18 Maret 2011
Sebab-Sebab Turunnya Rizki
Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.
Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.
Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:
- Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya." (At Thalaq 2-3)
Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.
Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, "Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya."
Allah swt juga berfirman, artinya,
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. 7:96)
- Istighfar dan Taubat
Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
"Maka aku katakan kepada mereka:"Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. 71:10-12)
Al-Qurthubi mengatakan, "Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan."
Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, "Beristighfarlah kepada Allah", lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Ada lagi yang mengatakan, "Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!" Maka beliau menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah". Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, "Beristighfarlah kepada Allah."
Maka orang-orang pun bertanya, "Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar." Beliau lalu menjawab, "Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)
Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
- Tawakkal Kepada Allah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. 65:3)
Nabi saw telah bersabda, artinya,
"Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.
Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.
- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:
-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
"Dari Abu Hurairah ra berkata, "Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari)
-Sabda Nabi saw, artinya,
"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur." (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)
Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.
- Infaq fi Sabilillah
Allah swt berfirman, artinya,
"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." (QS. 34:39)
Ibnu Katsir berkata, "Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak."
Juga firman Allah yang lain,artinya,
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2:267-268)
Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, "Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu." (HR Muslim)
- Menyambung Haji dengan Umrah
Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas"ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,
"Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)
Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.
- Berbuat Baik kepada Orang Lemah
Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,
"Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian." (HR. al-Bukhari)
Dhu"afa" (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.
- Serius di dalam Beribadah
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, "Allah Subhannahu wa Ta"ala berfirman, artinya,
"Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu."
Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu" hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.
Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.
Al-Sofwah( Sumber: Kutaib "Al Asbab al Jalibah lir Rizqi", al-qism al-ilmi Darul Wathan. )
Diposting oleh
agung
di
02.47
0
komentar
16 Desember 2010
God - bukan Good - Corporate Governance
Apa yang sebetulnya relevan untuk kita pelajari dari barat saat ini ? Tak lain tradisi keilmuan dan kekuatan eksplorasinya. Tak lebih dari itu. Dan itu artinya bukan di hard knowledge, melainkan di soft capabilities, yaitu tentang ‘bagaimana’. Bukan tentang ‘apa’.
Jika sekedar belajar tentang ‘apa’, maka tengoklah di bidang ekonomi, berapa banyak ilmuwan dan ekonom berderet gelar panjang dan pendek ada disana. Lalu dengan itu pulalah negara-negara itu silih berganti jatuh karena krisis. Kita tak bisa mengadopsi itu disini. Model dan ‘teladan’ segala praktek bisnis dan ekonomi itu telah jatuh berkali-kali.
Segala macam aturan dan prosedur tentang tata kelola perusahaan juga lahir dan dikaji disana. Segala macam ‘case study’ tentang bisnis dan kepemimpinan (leadership) terkompilasi dengan rapih, lalu disebarluaskan ke berbagai penjuru kampus-kampus di seluruh dunia, disertai metode bagaimana cara menangani jika bertemu persoalan serupa, ditambah pula check list dan berbagai tools manajemen yang hebat-hebat. Tapi seluruhnya mandul. Para GURU bisnis itu lunglai di tengah tumpukan buku literature yang mereka susun, tak percaya bahwa banyak praktek bisnis di barat terjerembab hanya oleh satu hal namun mendasar : MORAL !
Pelanggaran moral yang bernama kebohongan yang telah menghancurkan Enron, WorldCom dan Global Crossing. Amoral berwujud ketamakan pula yang telah mengahancurkan Washington Mutual, Fannie Mae & Freddie Mac, Lehman Brothers dan AIG belum lama berselang.
Dan, agar tak ketinggalan, negeri ini mengirimkan orang-orang cerdasnya ke universitas-universitas ternama di barat, dan mereka pulang membawa masterplan pembangunan, strategi bisnis, cara meng-audit proses agar kualitas produk jadi handal, norma ketelitian-kepatutan-etika dalam berbisnis, lalu apakah semua membawa hasil bagi perbaikan ekonomi negeri ini ? Tidak. Karena disinipun masalahnya sama : MORAL !
Apa lagi yang tersisa ?
Sekarang, ketika semua telah demikian rumit keadaannya, kerinduan-kerinduan terhadap praktek yang bermoral dan berwarna spiritual makin ramai terdengar. Muncul banyak keluhan dari barat sendiri tentang parahnya etika para ekonom dan pelaku usaha. Di London, gereja lebih banyak dikunjungi orang, khususnya para pekerja sector keuangan. Mereka mulai mengevaluasi nilai etika dari apa yang mereka kerjakan.
Kini banyak buku pula yang bertemakan ajakan kembali ke praktik bisnis yang seharusnya, yang tidak menjadikan penguasaan, kapitalisme sebagai dasar, melainkan ‘morality’ dan ‘good values’, serta social responsibility.
Tak ketinggalan, Paus Benedictus XVI pun ‘mengintervensi’ ekonomi barat yang sedang tersesat dan tak ‘nyambung’ antara sector riil dengan sector financial-nya, dan menganjurkan agar “praktisi keuangan harus menemukan kembali dasar etis atas setiap kegiatan keuangannya dan agar mereka tidak menggunakan lagi instrument keuangan yang dapat merugikan banyak pihak.”
Sementara di sisi lain, kita tahu, Islam mengajarkan spiritualitas aktivitas bisnis mulai dari akarnya : tentang niat yang lurus dan baik. Lalu berlanjut tentang kesatuan perkataan dan perbuatan. Tentang janji yang harus ditepati. Tentang kerja keras dan produktivitas. Tentang kesungguhan dalam menjalankan amanah profesi. Tentang kepemimpinan dan kepatuhan. Tentang outstanding services dan best value for customer. Tentang mendengar dengan hati dan menjaga hubungan / silaturahim dalam kerangka kemitraan. Islam dari awal menegaskan kaidah dan tata kelola organisasi berbasis ketuhanan, bukan sekedar Good Corporate Governance melainkan God Corporate Governance.
Pada generasi terbaik ummat ini, berbagai ilmu yang didapatkan ketika peradaban Islam bersentuhan dengan peradaban lain dilahap dengan cepat oleh para ilmuwan Islam lalu dicelupkan ke dalam celupan Ilahiah. Sejak kelahirannya, Islam tidak pernah gentar menghadapi dua peradaban yang telah ada terlebih dahulu, yaitu Romawi dan Persia. Dan secara keilmuan kemudian terbukti, para cendekiawan muslim mampu menyerap berbagai khazanah keilmuan asing, melalui proses adopsi dan adaptasi, yang sebenarnya merupakan proses Islamisasi ilmu. Peradaban Islam berkembang dengan gemilang dan bertahan selama ratusan tahun dengan proses semacam itu.
Dan Islam punya solusi lengkap untuk kesejahteraan bumi ini, selain dengan bekal yang diwarisi dari Quran dan Sunnah, dari generasi awal, juga dengan berbagai kajian dan pengembangan melalui proses seperti diatas : adaptasi dan adopsi. Sebuah proses Islamisasi ilmu, atau ilmu yang disandarkan pada wahyu.
Termasuk di dalamnya adalah Islamisasi ekonomi. Perbankan syariah, meskipun tertatih karena berada dalam kungkungan regulasi yang belum Islami, telah mengambil peranan makin penting dalam perbankan secara keseluruhan, yang syar’i sekaligus menawarkan benefit tinggi.
Demikian juga dengan penyimpan kekayaan dan alat transaksi berupa Dinar emas dan Dirham perak. Alat tukar yang pada awalnya diadopsi dari Romawi (Dinarium) dan Persia (Dirham) kemudian distandarisasi pada masa Khalifah Umar ibn Khattab ini adalah contoh nyata Islamisasi ilmu dari peradaban non-Islam. Sekarang, meski harus menghadapi berbagai tantangan, gerakan kembali ke Dinar dan Dirham juga makin semarak. Sebagaimana fitrah solusi Islami, Dinar dan Dirham, karena syar’i dan benefit tinggi, makin digandrungi.
Dan ketika tugas dan peran mensejahterakan dunia itu, sekarang atau nanti, sampai di pundak setiap muslim yang tangguh, maka insha Allah itu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan diridloi Allah. Sebagaimana ucapan As-syahid Sayyid Quthb yang mengatakan “Kita sudah lama
mengatakan kepada manusia : mereka yang dididik Islam lebih lurus jalannya, lebih kuat tekadnya, lebih mampu memikul tanggung jawab, lebih serius dalam mengambil dan melaksanakan sesuatu. Sebab mereka punya hati nurani sebagai penjaga, punya agama (Islam) sebagai sandaran dan punya Al-Quran sebagai petunjuk jalan.”
Wallahua’lam.
Wassalam
Endy
YM : endy.kurniawan@yahoo.com
PIN BBM : 20D76446
Twitter : @endykurniawan
Diposting oleh
agung
di
00.56
0
komentar
Label: Renungan
22 Oktober 2010
Bukan Sekedar Tindakan Formalitas
Apakah sebuah tindakan yang dianggap sebuah formalitas itu penting ?
Disebuah kota di Amerika Serikat, seorang petugas kebersihan melakukan kegiatan rutinnya yaitu mengangkut sampah di beberapa komplek perumahan. Petugas tersebut menggunakan truk sampah yang dilengkapi alat untuk mengangkat dan mengeluarkan isi tong sampah ke dalam truk.
Sebagaimana materi training keselamatan yang telah diikuti sang petugas, selalu disampaikan materi mengenai prosedur menggoyangkan tempat sampah sebelum diangkut dan dimasukan isinya ke dalam truk sampah.
Suat hari sang supir tadi menepikan truk sampahnya didepan sebuah rumah dan seperti biasa mulai mengangkut sebuah tempat sampah yang cukup besar. Ketika sang petugas tadi melakukan prosedur yang mungkin orang lain akan menyebutnya sebuah tindakan formaltas, dengan menggoyangkan tempat sampah tersebut, tiba tiba saat tempat sampah berukuran besar tersebut mulai digoyang, keluarlah seorang anak kecil yang meloncat dan berlari ke dalam rumah. Selidik punya selidik ternyata anak tersebut tengah bermain petak umpet bersama teman temannya. Apa jadinya kalau si anak tadi terangkut kedalam truk sampah yang disamping dapat terjebak dalam ruang sempit, pengap, dan berbau tidak sedap, mungkin juga tubuhnya dapat tertimpa kantung kantung sampah yang berat dan kemungkinan terdapat bahan tajam atau keras didalamnya.
Sang petugas kebersihan merasa sangat beruntung dengan prosedur yag diajarkan di traning, walau sebelumnya dia menganggap hal tersebut adalah sebuah prosedur formalitas saja.
Sumber: www.lorco.co.id
by Widi Safari
Diposting oleh
agung
di
00.17
0
komentar
Label: Renungan
15 September 2010
Anak yang Sering Ditampar IQ-nya Rendah
Senin, 28 September 2009 | 11:55 WIB
KOMPAS.com - Menampar atau memukul kadang dilakukan orangtua untuk membuat anak patuh dan disiplin dalam sekejap. Tapi, tahukah Anda pola asuh yang keras bisa menimbulkan dampak buruk bagi perkembangan otak anak?
Studi terkini menyebutkan, orangtua yang bereaksi terlalu keras untuk mengoreksi kesalahan anak, misalnya dengan cara menampar atau memukul, tidak hanya menyebabkan anak stres tapi juga membuat tingkat kecerdasan (IQ) anak lebih rendah.
Studi yang dilakukan peneliti terhadap ribuan anak di Amerika Serikat menunjukkan, anak yang kerap ditampar orangtuanya memiliki nilai IQ (intelligence quotients) yang lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar.
"Setiap orangtua ingin punya anak yang pintar. Dengan menghindari kekerasan pada anak dan melakukan cara lain untuk mengoreksi kesalahan anak, hal itu bisa dicapai," kata Murray Straus, sosiolog dari Universitas New Hampshire, AS.
Dalam risetnya, Strauss dan timnya melakukan studi nasional terhadap dua kelompok sampel anak, yakni 806 anak berusia 2-4 tahun, dan 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada saat dimulainya studi anak-anak tersebut mengikuti tes IQ dan tes berikutnya di akhir studi, empat tahun kemudian.
Anak-anak dari dua kelompok itu menunjukkan tingkat kecerdasan yang meningkat setelah empat tahun. Tetapi dari kelompok anak berusia 2-4 tahun yang kerap ditampar orangtunya, menunjukkan skor IQ 5 poin lebih rendah dibanding anak yang tidak pernah ditampar. Untuk anak 5-9 tahun yang pernah ditampar, skor IQ-nya rata-rata lebih rendah 2,8 poin dibanding rekannya yang tidak ditampar.
"Pemukulan atau tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua merupakan pengalaman yang traumatik bagi anak. Berbagai penelitian telah menunjukkan kejadian yang traumatik berakibat buruk bagi otak. Selain itu, trauma juga membuat anak memiliki respon stres pada kejadian sulit yang dihadapi. Hal ini tentu berdampak pada perkembangan kognitifnya," papar Straus.
Tak sedikit orangtua yang menjadikan pukulan, tamparan, atau jeweran sebagai senjata untuk mendidik anak. Anak pun memilih untuk menurut daripada mendapat hukuman. "Akibatnya anak tidak bisa berpikir secara independen," kata Elizabeth Gershoff pakar dibidang perkembangan anak dari Universitas Texas, Austin, AS.
Setiap anak memang perlu diajarkan disiplin. Selain agar patuh pada aturan, disiplin juga akan membuat anak belajar menghargai orang lain dan mengontrol dorongan dalam dirinya. Namun, orangtua hendaknya juga perlu membuat batasan-batasan yang dilandasi cinta agar anak merasa aman.
Alih-alih menghukum anak dengan pukulan, beri tekanan lebih pada sisi positif anak, misalnya dengan memberi hadiah atau pujian bila anak berlaku positif. Bila terpaksa memberi hukuman, sesuaikan dengan usia si kecil dan situasi yang berlaku.
Diposting oleh
agung
di
16.50
0
komentar
Label: Renungan
13 Juli 2010
Dahsyatnya Sholat Dhuha
Bagaimana agar rezeki kita dimudahkan? Adakah ibadah membantu kita untuk memperlancar datangnya rezeki? Ada dan shalat dhuha adalah jawabannya. Shalat dhuha adalah ibadah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Shalat sunnat ini yang dilakukan seorang muslim saat waktu dhuha.
Waktu dhuha tiba saat matahari mulai naik, kira-kira tujuh hasta sejak terbitnya. Atau sekitar pukul tujuh pagi hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha, dari dua hingga duabelas raka’at.
Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang sangat besar bagi umat Islam. Rasulullah bersabda di dalam Hadists Qudsi,
“Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim dan Thabrani)
Diposting oleh
agung
di
18.36
0
komentar
Label: Renungan
12 Juli 2010
Titik Bumi Yang Terendah
Oleh Dr. Mohamad Daudah
“Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum [30]: 1-6)
Buku-buku sejarah memberitahu kita tentang pertempuran antara Persia dan kerajaan Romawi Timur - yang terakhir menandakan bagian timur Kekaisaran Romawi - yang terletak di daerah antara Adhra’at dan Basra, dekat Laut Mati. Pertempuran yang terjadi tahun 619 M berakhir dengan kemenangan bangsa Persia.
Orang Romawi menerima pukulan berat dalam pertempuran itu dan semua orang pada saat itu khawatir jika kerajaan mereka jatuh. Anehnya, mereka terlibat dalam pertempuran lain di 627 M di daerah Niniwe di mana mereka mengalahkan pasukan Persia dan menduduki banyak daerah. Beberapa bulan kemudian, Bizantium menandatangani perjanjian dengan bangsa Persia yang isinya mereka mengembalikan semua daerah yang diduduki sebelumnya.
Atlas geografis menunjukkan bahwa titik terendah di permukaan bumi adalah daerah dekat Laut Mati di mana permukaan bumi adalah serendah 395 meter di bawah permukaan laut. Foto yang diambil oleh satelit mendukung fakta ini.
Ada dua keajaiban dalam ayat-ayat ini. Pertama, Alquran memberi kabar gembira dengan kemenangan kepada orang-orang Romawi dalam rentang waktu antara tiga sampai sembilan tahun. Setelah tujuh tahun, berita dari Alquran menjadi kenyataan.
Kemenangan Romawi ini bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin dalam Perang Badar. Dalam pengamatan orang-orang kafir Arab, kemenangan Romawi tampak mustahil dan mereka mulai mengejek dan mengolok-olok kaum muslimin tentang kata-kata Al-Qur’an ini. Namun ketika nubuat itu menjadi kenyataan, maka mereka kecewa dan rendah hati.
Kedua, ayat-ayat tersebut mengungkapkan kepada kita tentang fakta geografis yang tidak diketahui siapa pun pada waktu itu. Ayat-ayat tersebut mengatakan bahwa orang-orang Romawi akan kalah dalam pertempuran di wilayah terendah di bumi, dan itu adalah tempat terdekat dengan Semenanjung Arab dan merupakan titik terendah di bumi adalah 1.312 kaki (sekitar 400 meter) di bawah permukaan laut. Menurut Encyclopedia Britannica, satelit telah mencatat bahwa memang tempat tersebut adalah tempat yang terendah di bumi. Fakta sejarah menjadi saksi bahwa pertempuran terjadi di tempat terendah di bumi; dekat Laut Mati.
Pada saat itu, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui hal ini adalah wilayah terendah di bumi. Apakah ini tidak memberikan bukti bahwa semakin Selalu Alquran adalah firman Allah? Mahasuci Allah yang berfirman, “Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan.” (QS An-Naml [27]: 93)
Diposting oleh
agung
di
17.48
0
komentar
Label: Renungan
16 Juni 2010
(perenungan) Kata Hati
Seringkali dalam hidup, Kita berada pada persimpangan jalan dimana Kita harus memilih salah satu jalan tersebut. Masing-masing jalan akan membawa Kita ke suatu tempat yang berbeda dan apapun pilihan Kita, Kita mungkin tidak dapat kembali ke persimpangan jalan itu lagi untuk memilih jalan yang lain. Hidup layaknya seperti jalan tol, one way only, no return, no regret. Kalau mau kembali memutar, ada jalan khusus di depan sana.
Alangkah mudahnya apabila hidup memberikan marka jalan yang terlihat jelas yang dapat menunjukkan jalan mana yang terbaik yang harus Kita pilih. Walaupun tidak sesederhana ini, tetapi kehidupan telah melengkapi Kita petunjuk yang tersamar berupa pesan-pesan yang biasa disebut sebagai indera keenam, naluri, insting, ilham, atau apalah, tetapi saya menyebutnya sebagai "Kata Hati"
Hampir setiap kali sahabat saya (si A) bertanya kepada sahabat saya yang lain (si B), tentang apa yang harus mereka lakukan terhadap masalah mereka, maka biasanya hal pertama yang si B tanyakan adalah "Apa kata hati loe?". Kata hati adalah pesan-pesan yang muncul pertama kali dari hati kecil Kita. Kata hati mengandung suatu kejujuran, ketulusan dan tidak bertentangan dengan hati nurani.
Akan tetapi manusia seringkali menyalahartikan kata hati dengan apa yang sedang dipikirkannya. Saya pernah membaca suatu penelitian yang menyatakan bahwa otak dapat berpikir ratusan hal dalam waktu satu menit, sehingga sangat sulit membedakan antara kata hati dengan kata-kata yang keluar dari pikiran Kita. Pikiran Kita menilai suatu hal apakah itu baik atau buruk, sedangkan kata hati mengatakan suatu hal yang harus dilakukan, mengandung kejujuran dan sejalan dengan hati nurani. Kita adalah guru Kita yang paling bijak.
Jauh di dalam hati Kita, Kita sudah tahu semua yang perlu Kita ketahui. Terkadang menuruti kata hati Kita sangat bertentangan dengan cara pemikiran Kita, dan mungkin juga akibat dari menuruti kata hati, hanya akan membawa penderitaan sesaat, sama seperti yang saya alami. Akan tetapi, percayalah, kata hati tidak pernah salah dan kata hati selalu membimbing Kita ke jalan yang terbaik bagi kehidupan Kita, dan suatu saat nanti ketika Kita mengerti maknanya, Kita akan mensyukuri semuanya. Namun respon hati juga dipengaruhi kualitas hati kita.
" ...fa alhamaha fujuroha wa taqwaha, qod aflaha man zakkaha ..""..Dan telah kuilhamkan jalan kejahatan dan ketaqwaan, dan beruntunglah orang-orang yang mensucikannya. ." (Asy-Syams)
Ingatlah selalu ketika Kita berada di persimpangan jalan, apapun jalan yang Kita pilih dan apapun konsekuensinya, selama Kita mendengarkan kata hati Kita, maka jalan manapun yang Kita pilih adalah jalan terbaik bagi diri Kita
Saat di persimpangan jalan :
1.Ketika Kita harus memilih di antara dua pilihan atau lebih, cobalah untuk berhenti berpikir. Otak dapat berpikir seratus hal yang berbeda dalam satu menit, kosongkan semua pikiran Kita, dengarkan suara kecil yang muncul dalam hati Kita.
2. Tidak mudah untuk mendengar suara hati, butuh suatu pemahaman, dan keyakinan. Latihan "meditasi" dapat membantu Kita lebih peka terhadap pesan-pesan yang muncul. Bentuk meditasi seperti apa..? tak semua orang memilih metode yang sama, missal : Archimedes dg `Eureka..', Enstein dengan `Aha..' nya (CMIW), tp setidaknya punya makna sama dengan `jeda', dan ada juga yg lebih memilih dengan Bish shobri wa Sholah. Berdoa dan menenangkan pikiran sangat membantu untuk mendengarkan kata hati. Close to God, brings good impacts
3. Kata hati mengandung kejujuran, ketulusan, dan tidak bertentangan dengan hati nurani. Perlu didakan pesan antara kata hati dengan bisikan-bisikan yang tidak memberdayakan (QS. An-Naas)
4. Menolak untuk mendengarkan kata hati dapat menimbulkan akibat negatif seperti depresi atau ketidakpuasan. Sama seperti banyak tentara yang kembali dari perang dan mengalami gangguan jiwa, yang disebabkan karena membunuh orang bertentangan dengan hati nurani mereka. Sekalipun kita tidak terbuka tehadap kata hati Kita, pesan-pesan yang benar mempunyai cara untuk menemukan Kita dimana pun Kita berada.
5. Namun kalimat yang pasti benar adalah "...Qod aflaha man zakkaahaa.." - "...Beruntunglah orang-orang yang mensucikannya. .", karena ini mempunyai makna dan imbas yang luas, mudah-mudahan. ..
"Listen to your heart when he's calling for you. Listen to your heart, there's nothing else you can do. I don't know where you're going and I don't know why, but listen to your heart..--Listen to your heart by Roxette—
Tulisan lama, sebuah renungan untuk diri sendiri saat akan bertambah umur
Ralat : Kata ganti `kita' pada tulisan diatas seharusnya `saya'
Sumber: http://gusdwi.blogspot.com
Diposting oleh
agung
di
06.39
0
komentar
Label: Renungan
22 Februari 2010
Belajar Bijaksana dari Filosofi Wayang Bhimasena
Delapan orang remaja berumur sekitar 15 tahunan terlihat sedang mengerumuni sebuah etalase kaca besar yang di dalamnya terdapat beberapa koleksi wayang bertahtakan batu intan.
Sesekali mereka mengangguk-anggukkan kepala sambil melihat tulisan yang dicantumkan di samping rak pajangan. "Pengunjung memang selalu nampak tersihir dengan uniknya koleksi-koleksi wayang di sini," kata Kepala Museum Wayang, Dachlan.
Ia menyatakan memang sudah seharusnya generasi muda menghargai karya negeri sendiri terutama yang bersifat tradisional dan diwariskan nenek moyang secara turun temurun.
Namun, ia juga menyayangkan masih banyak masyarakat terutama golongan muda yang berpikir wayang hanyalah sejenis pertunjukan seni tradisional Indonesia yang bersifat hiburan. "Padahal karakter wayang sendiri juga mengandung nilai petuah yang bagus untuk dijadikan pegangan hidup manusia," katanya.
Jika ditelaah lagi, katanya, setiap tokoh wayang memiliki cerita sendiri dan pesan moral yang ditonjolkan juga banyak. Ia memberi contoh tokoh Bhima, salah satu karakter dalam Pandawa Lima dari cerita wayang Ramayana. Nama Bhima yang juga disebut Werkudara itu memiliki arti proses menahan napas.
Dalam pewayangan hal tersebut juga bisa diartikan orang yang mampu menahan segala godaan dalam hidup. Namun, untuk mencapai tahapan tersebut, seseorang harus mengalami berbagai macam ujian.
Pada kisah Bhima di lakon yang berjudul Dewaruci, diceritakan ia diperintahkan gurunya, Resi Dorna, untuk mencari sebuah inti air suci bernama Banyu Perwita Sari di dasar lautan.
Untuk mencari mata air tersebut, Bhima harus masuk ke dalam samudera dan mengalahkan raksasa Rukmuka dan Rukmukala yang mencoba menghentikan misinya. Bhima juga harus menghadapi naga raksasa sebelum akhirnya ia bertemu dengan Dewaruci dan mendapatkan nasehat-nasehat tentang hidup. Dia akhirnya menjadi lebih arif dalam menjalani hidupnya.
"Jika dianalisa lebih jeli, musuh-musuh adik Puntadewa dalam cerita itu sebenarnya adalah representasi dari godaan yang selalu ada dalam kehidupan manusia sedangkan kemenangan Bhima adalah suatu bukti bahwa manusia jika berusaha dengan sungguh-sungguh akan mencapai keinginannya walaupun masalah menghadang," katanya.
Hal yang bisa dipetik dalam cerita Bhima tersebut adalah bahwa setiap manusia memang harus menghadapi ujian dan godaan dulu barulah mendapatkan makna hidup yang sesungguhnya.
Simbol
Selain kisah Bhima yang bisa dijadikan inspirasi bagi kehidupan manusia, pakaian dan aksesoris yang dikenakan tokoh ini pun juga sarat makna.
Bhima pada cerita Dewaruci dikisahkan membawa senjata Gada Rujakpolo. Kata Polo secara harfiah berarti otak sedangkan arti tersiratnya adalah bahwa untuk memecahkan dan menguasai segala cita-cita, pandangan hidup dan mengembangkannya harus mempergunakan otak.
Tokoh yang diilustrasikan sebagai orang kuat ini juga mengucapkan semacam mantra yang dinamakan Aji Bandung Bandawasa Gandamana yang artinya bahwa sekeliling tubuhnya dari rambut sampai telapak kaki, diikat oleh penguasa yakni Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kuasa Tuhan, Bhimasena bisa hidup disertai pikiran yang bisa menyaring mana yang baik dan buruk.
Sementara itu, Pancanaka, kuku tangan Bhima yang digunakan sebagai senjata juga bisa diartikan bahwa manusia harus menggunakan kedua tangannya yang masing-masing berjari lima untuk mencapai semua tujuan hidupnya.
Bhima juga digambarkan memakai gelang Candra Kirana yang berbentuk bulan dan bintang. Bulan menurut kepercayaan masyarakat adalah benda langit yang mengeluarkan cahaya yang lembut dan mampu memekarkan kuncup bunga sedangkan bintang banyak dipergunakan sebagai patokan bagi manusia untuk kepentingan pertanian, mencari ikan di laut,menentukan arah dan juga lambang ketinggian martabat dalam karir.
Dalam hal ini, Bhima digambarkan mampu memberikan masyarakat suasana sejuk, mengarahkan mereka ke jalan yang benar dan mampu meninggikan derajat manusia lainnya.
Anting-anting Bhima yang dinamakan Kembang Manggis memiliki arti sendiri. Jika dilihat helaian bunga manggis yang terletak di luar kulit buah tersebut ternyata jumlahnya selalu sama dengan jumlah isi manggis.
Hal ini berarti Bhima hanya mau mendengarkan sesuatu yang benar. Sekalipun hal yang didengar terasa pahit seperti kulit Manggis, tetapi bila di dalamnya mengandung kebenaran maka akan tetap manis pada akhirnya.
"Makna-makna seperti itulah yang dibutuhkan manusia sebagai patokan dalam hidupnya. Sudah selayaknya masyarakat mengambil contoh dari sikap dan nasehat-nasehat yang diilustrasikan dalam tokoh wayang ke kehidupan sehari-hari mereka," kata Dachlan.
Sumber: Googling
Diposting oleh
agung
di
17.21
0
komentar
Label: Renungan
30 November 2009
Isyarat
Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang menyimak sebuah suara. "Ting...ting. ..ting! Ting...ting. ..ting!" Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban.
"Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.
Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda. Persis seperti klakson kendaraan. "Teeet...teeet. ...teeet! "
Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi, anak kecil itu bingung. Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan klakson. Sember lagi!
"Anakku. Itu tukang sate ayam. Suara klakson itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, 'Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius. Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya.
"Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian. **
Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia.
Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara. Cukup dengan berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal.
Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan seribu satu isyarat. Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia.
Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau menjauh!"
Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan kentingan tukang bakso dan klakson pedagang sate ayam.
(muhammadnuh@ eramuslim. com)
Diposting oleh
agung
di
22.34
0
komentar
Label: Renungan
27 November 2009
Kiamat 21.12.12
Tahun 2012 memang penuh dengan kontroversi. Dalam buku ‘Apocalypse 2012’ (Lawrence E.Joseph: 2007), penulis berdarah Lebanon yang menjabat sebagai Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation di New Mexico ini dipaparkan dengan sangat jelas dan juga ilmiah tentang kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut.
Bencana itu antara lain: siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.
Medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pertahanan utama bumi terhadap radiasi sinar matahari mulai retak bahkan ada yang sampai sebesar kota California di sana-sini. Pergeseran kutub juga tengah berlangsung.
Tata surya kita tengah memasuki medan awan energi antar bintang. Awan itu mengaktifkan dan merusak keseimbangan matahari serta atmosfer planet-planet. Para ahli geofisika Rusia berpendapat bahwa ketika bumi akan memasuki awan energi tersebut di tahun 20120 hingga 2020 dan akan menimbulkan bencana besar yang belum pernah ada sebelumnya.
Fisikawan UC Berkeley menyatakan dinosaurus serta spesies lainnya telah punah akibat tumbukan asteroid raksasa 65 juta tahun silam. Menurut siklus yang diperhitungkan secara ilmiah, seharusnya hal itu sudah terjadi lagi di saat-saat sekarang.
Supervulkan Yellowstone yang memiliki siklus letusan dahsyat setiap 600 hingga 700 ribu tahun tengah bersiap untuk meletus kembali. Beberapa perhitunmgan ilmiah lainnya turut mendukung pandangan ini.
Menariknya, ramalan bangsa Maya (juga suku Hopi, Mesir Kuno, dan beberapa suku kuno lainnya) di dalam kalendernya dengan detil mengungkapkan jika tahun 2012 merupakan akhir sekaligus awal zaman baru. Bagaikan kelahiran seorang anak manusia, maka kelahiran zaman baru ini akan dipenuhi dengan darah. Suku Maya merupakan salah satu suku kuno di dunia ini yang dikenal sebagai suku yang sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya.
Kitab kuno dari Cina, I Ching, juga menyatakan akan terjadi bencana besar di tahun 2012.
Beberapa ativitas modern juga terkait dengan tahun 2012, yakni dateline modernisasi besar-besaran Pentagon paska ditubruk rudal dalam peristiwa 11 September 2001, batas akhir pelaksanaan Codex Alimentarius yang berupaya mengurangi populasi manusia di bumi dengan rekayasa genetika dan makanan transgenik, dan sebagainya.
Seorang tokoh spiritual Yahudi dunia bernama Titzchak Qadduri jauh-jauh hari sudah menyerukan kaum Yahudi agar sesegera mungkin meninggalkan daratan Amerika Serikat karena menurut perhitungannya, sebuah komet atau asteroid raksasa tengah meluncur di alam semesta dan mengarah serta akan menumbuk menuju daratan Amerika.
Semua itu merupakan ramalan-ramalan para pakar di bidangnya masing-masing.Menurut Islam, kiamat adalah hal yang tidak bias dihindarkan. Hanya saja, kita tidak akan pernah tahu kapan pastinya akan terjadi. Bisa dua jam lagi, bisa besok, atau entah kapan. Umat Islam adalah umat akhir zaman.
Sumber: eramuslim
Diposting oleh
agung
di
15.42
0
komentar
Label: Renungan
05 November 2009
31 Oktober 2009
"Bodoh vs Pintar" ala Om Bob Sadino
Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.
Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.
Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.
1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas
15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,
16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga
20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.
Sumber ; Bob Sadino
Diposting oleh
agung
di
00.31
0
komentar
22 Agustus 2009
Nikmatnya Memperbanyak Sujud
Bersujud di hadapan Allah SWT termasuk ibadah yang paling mulia sekaligus sebagai sarana paling baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena, kata Rasulullah Saw, “Saat dimana seorang hamba paling dekat kepada Tuhannya, Allah Azza Wajalla, adalah ketika dia bersujud....” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra)
Namun, tahukah Anda bahwa dengan banyak bersujud maka muatan-muatan listrik yang ada dalam tubuh kita akan kelaur karena diserap oleh bumi (tanah)?
Abdurrahman Al-Asymawi, seorang ulama terkemuka berkebangsaan Mesir dalam bukunya yang berjudul Basysyiru Wa La Tunffiru mengatakan, setiap hari tubuh menyerap cahaya dan tenaga listrik magnetis yang tak sedikit jumlahnya melalui perangkat-perangkat listrik yang kita gunakan. Sehingga dengan demikian tubuh ini menjadi alat untuk menyerap cahaya listrik magnetis dalam jumlah banyak. Artinya, tubuh mengangkut sejumlah tenaga listrik tanpa kita sadari.
Ketika kita mengalami influenza, badan terasa pegal, berat, sesak, malas dan lemah, hal ini menandakan bahwa tubuh sedang merasakan sesuatu dari muatan magnetis tersebut. Lalu bagaimana jalan keluarnya?
Melalui riset ilmiahnya, seorang peneliti Barat yang non-muslim mengemukakan bahwa metode paling jitu untuk “mensucikan” tubuh dari kandungan listrik positif (yang berbahaya bagi tubuh) adalah dengan mengarahkan ubun ke bumi(tanah) lebih dari sekali. Karena, tanah itu sifatnya negatif maka ia akan menarik muatan lsitrik yang positif, yang terdapat dalam tubuh. Hal yang sama juga terjadi pada aliran (kabel) listrik dari gedung-gedung yang dialirkan ke dalam tanah. Tujuannaya adalah untuk menarik muatan listrik yang ada pada petir ke arah tanah.
Lebih jaun dia menjelaskan metode paling tepat adalah menempelkan ubun-ubun ke tanah secara langsung seraya memfokuskan arah pandangan ke arah pusat bumi. Karena, dalam keadaan seperti itu, muatan lsitrik yang ada dalam tubuh akan terserap oleh bumi sacara lebih kuat dan dalam jumlah yang banyak. Dan yang lebih mengagumkan adalah seperti yang kita ketahui bersama bahwa secara ilmiah pusat bumi adalah Makkah Al-Mukarramah. Lebih tepatnya lagi adalah Ka’bah, sebagaimana yang terdapat dalam kajian-kajian geografis dan disepakati oleh mereka yang ahli di bidangnya.
Jika demikian, sujud kepada Allah SWT yang kita lakukan setiap kali melaksanakan shalat adalah merupakan sarana yang paling tepat untuk membuang muatan-muatan listrik berbahaya tersebut, sekaligus menjadi sarana yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Sang Maha Pancipta. “....maka, perbanyaklah oleh kalian bersujud,” perintah Rasulullah (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Manfaat lain dari banyak bersujud adalah ampunan dan derajat yang tinggi di Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah kamu memperbanyak sujud. Sesungguhnya jika kamu sujud satu kali saja karena Allah, maka Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan satu kesalahanmu.’” (HR. Muslim dari Tsauban Abu Abdullah)
Maka, dengan memperbanyak sujud, dua beban tubuh yang berbahaya, yaitu muatan listrik dan dosa, akan berkurang sehingga tubuh pun terasa ringan.
Dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatakan bahwa Abu Firâs Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslamiy–khadim (pelayan) Rasulullah SAW dan termasuk ahlusshuffah- berkata, Suatu kali saya bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya menyediakan air untuk beliau berwudhu dan untuk kepentingan beliau yang lain. Melihat hal tersebut, Rasulullah saw bersabda, “Mintalah!” Saya menjawab, “Saya mohon agar dapat menemanimu di dalam surga.” Maka beliau bertanya, ‘Apakah ada permohonan lainnya?” Saya menjawab, “Hanya itu, wahai Rasulullah.” Beliau lalu bersabda, “Bantulah aku untuk mewujudkan permintaanmu itu dengan banyak bersujud.”
Demikianlah Allah SWT mempersembahkan balasan yang terbaik bagi hamba-hamba- Nya banyak bersujud di hadapan-Nya.
Bambu Apus, 12 Januari 2009
M.Yusuf Shandy
Diposting oleh
agung
di
18.04
0
komentar
02 Juni 2009
The Science and Miracle of Zona Ikhlas
Ada dua cara menjalani kehidupan. Pertama menganggap bahwa tidak ada satu pun kejadian yang ajaib. Yang kedua, menganggap semua hal yang terjadi adalah keajaiban (Albert Einsten).
KOMPAS.com. Kiranya kata-kata bijak tersebut memang tepat, karena disadari atau tidak, seseorang pasti pernah mengalami hal yang dinamakan miracle atau keajaiban. Keajaiban terjadi dengan tingkat kebetulan yang seringkali tidak masuk akal. Jika diperhatikan, keajaiban sering kali terjadi saat seseorang dalam keadaan berserah, seperti bayi terhadap dunianya.
Sebenarnya, hal tersebut tidak terlalu mengherankan, karena ikhlas bukanlah sesuatu hal yang baru. Bahkan semua bayi yang terlahir, sudah dilengkapi dengan kemampuan itu. Namun sayang, seiring bertambahnya umur dan pengalaman seseorang, nampaknya ikhlas berubah menjadi sesuatu yang mudah untuk diucapkan, namun tidak mudah untuk memahami dan mengaplikasikannya.
Padahal, aplikasi ikhlas justru membuat orang secara alamiah penuh daya. Ini terjadi karena saat seseorang merasa ikhlas dan berserah diri, sesungguhnya ia sedang menyelaraskan pikiran dan perasaanya dengan kehendak ilahi yang menghasilkan kolaborasi niat yang luar biasa pada level kuantum zona ikhlas. Maka saat itulah, terjadi kemudahan dari Tuhan berupa keajaiban yang seringkali hadir dengan sendirinya, seolah-olah otomatis.
Ikhlas adalah berserah, begitu kita dinasihatkan. Ikhlas merupakan "ilmu" tertinggi yang diberikan-Nya kepada umat manusia, dan jika ilmu tersebut diterapkan dalam setiap langkah kehidupan, Tuhan menjanjikan limpahan berkah kebaikan bagi umat manusia.
Diposting oleh
agung
di
17.12
0
komentar
Label: Renungan
10 September 2008
Pengemis Buta
Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.
Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'
Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.'
Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?
Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?
Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau miliki. Jadilah kreatif. Jadilah innovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif.
Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat. Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan untuk tersenyum.
Hadapi masa lalumu tanpa sesal.
Tangani saat sekarang dengan percaya diri.
Bersiaplah untuk masa depan tanpa rasa takut.
Peganglah iman dan tanggalkan ketakutan.
Orang bijak berkata, 'Hidup harus menjadi sebuah proses perbaikan yang terus berlanjut, membuang kejahatan dan mengembangkan kebaikan... Jika engkau ingin menjalani hidup tanpa rasa takut, engkau harus memiliki hati nurani yang baik sebagai tiketnya.
Hal yang terindah adalah melihat seseorang tersenyum..
Tapi yang terlebih indah adalah mengetahui bahwa engkau adalah alasan di belakangnya! !!
Diposting oleh
agung
di
17.34
0
komentar
Label: Renungan








