15 Juli 2012

10 Trik Jitu Tetap Percaya Diri Selama Menganggur

Masih menganggur juga? Jangan patah semangat. Mungkin memang rezeki belum saatnya di tangan. Tapi seringkali orang merasa frustasi karena berulangkali gagal. Nah, agar membuat diri tetap bersemangat berburu kerja, berikut tips dari Judi Craig, Ph.D., MCC, seorang pakar karir di San Antonio yang juga Presiden COACH SQUARED, INC:

1. Structure your day.
Tidur larut, mengisi teka-teki silang atau melakukan kegiatan remeh temeh lainnya tak akan membantu Anda mendapat pekerjaan. Temukan sebuah pekerjaan yang sesungguhnya. Buatlah jadwal teratur setiap hari dalam seminggu, lalu patuhilah.

2. Keep up with your industry.
Selalu jadi yang terdepan dan yang paling dulu tahu soal perkembangan pada industri kerja. Ini akan membuat Anda selalu terhubung dengan dunia kerja Anda. Saat jam wawancara tiba, Anda tak gagap lagi menjawab pertanyaan penanya mengenai tantangan industri terakhir, produk layanan atau tren apa yang tengah berkembang.

3. Know your strengths.
Anda tak tahu pasti apa yang diinginkan perusahaan yang Anda lamar? Tanyakan kepada diri sendiri seperti "Orang-orang datang kepada saya untuk apa ya?" atau "Kenapa orang-orang mencari-cari saya?" Cobalah cari kekuatan Anda sesungguhnya, dari situ Anda bakal tahu mengapa orang membutuhkan Anda.

4. Listen to motivational CDs while you're driving.
Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk selalu siap adalah mendengarkan ide-ide segar dari para profesional di bidangnya soal bagaimana menjual potensi diri, bagaimana saat menghadapi wawancara penting dan seterusnya.

5. Hang out with optimistic, positive people.
Jangan sungkan sekadar nongkrong dengan orang yang optimis dan selalu berpikir positif. sembari ngobrol santai, curilah kiat mereka menjadi sukses.

6. Do some volunteer work.
Sekali-kali mencoba magang tanpa digaji tak apa-apa. Pengalaman ini bisa menjadi amat berguna untuk membuat jejaring yang akan menghubungkan Anda ke dunia kerja yang sesungguhnya. Siapa tahu perusahaan Anda tempat magang terkesan, dan memutuskan merekrut.

7. Limit your listening to "The News" on radio and television.
Batasi melihat dan mendengarkan berita-berita yang kurang berbobot, baik di radio atau televisi. Saringlah semua yang hendak dilihat atau didengar, agar tetap tak ketinggalan informasi terbaru.

8. Start a self-improvement project
Meski sudah punya keahlian yang cocok, tak ada salahnya terus mempelajari keahlian baru atau menuntaskan proyek yang tertinggal.

9. Nurture moi`.
Sekali-kali boleh dong menyegarkan pikiran dengan melakukan sesuatu di luar rutinitas. Membaca cerita misteri, berkebun, bermain bersama binatang piaraan atau mendapatkan servis pijat boleh saja. Setelah sekian lama tak memanjakan diri, sah saja semua itu dilakukan.

10. Pursue your spiritual path.
Mendekatkan diri ke Yang Diatas sangat disarankan untuk meningkatkan spiritualitas yang akan menguatkan jiwa seseorang. Sisihkan waktu untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Kalau suka membaca, coba bacalah buku-buku spiritual, atau melakukan meditasi. Siraman rohani semacam itu akan memotivasi kembali semangat hidup.
"Selamat mencoba!"

Sumber: IIPS

14 Juni 2012

KERJA, UANG & MAKNA

Riset pada sejenis burung beo: Sebagian diberi makan terus saja, sebagian lagi baru diberi makan bila telah melakukan sebuah "pekerjaan": diberi kayu mainan kecil yang bila dipindahkan, akan dapat makanan disampingnya. Pada percobaan ini dibuktikan bahwa burung pun lebih suka yang kedua, mendapatkan sesuatu dari "keringat" sendiri. Percobaan yang sejenis dilakukan pada kerapun, mempunyai hasil yang sama.

Kita suka akan kemalasan, tapi kalau kita tidak dapat "memberi kembali" sesuatu maka itu adalah kesengsaraan. Kita ingin memiliki arti pada kehidupan ini. Dengan mampu bekerja maka kita merasa memiliki "hak" atas makan, minum, dan hidup kita. Riset menunjukkan betapa sengsaranya pengangguran. Orang, bila dibutuhkan orang lain, betapapun sengsaranya pekerjaannya, akan memiliki kebahagiaan. Sebaliknya, sering orang bunuh diri, karena tidak lagi merasa dibutuhkan orang lain. Perasaan tidak lagi memiliki "arti" membuat kita sengsara.

Ada sebuah percobaan: Dua kelompok mahasiswa diminta mengerjakan sebuah pekerjaan dan tiap selesai selembar akan diberi uang. Kelompok satu, setiap selesai selembar, diperiksa oleh pengawas dengan penuh perhatian sambil mengangguk angguk dan disusun rapi disamping pengawas itu. Sedangkan kelompok kedua, setiap selesai tanpa dilihat langsung dimasukkan mesin penghancur kertas didepan sang mahasiswa. Ternyata kelompok dua hanya bersedia mengerjakan sedikit saja walau ada insentif uangnya, sedangkan kelompok satu bersedia mengerjakan banyak sekali.

Walaupun anda digajih besar, kalau apa yang anda kerjakan tidak menjadi "sesuatu" karya, akan terasa sebagai sebuah kesiasiaan. Upah baru punya makna bilamana kita butuh untuk bertahan hidup, untuk makan sesuap nasi. Bila kita telah "cukup" dengan kebutuhan dasar manusia, upah sangat rendah nilainya dibandingkan kita menemukan arti pada apa yang kita kerjakan.

Pada jaman ini, "kerja" merupakan sebauh identitas diri, sebuah makna hidup. Bila anda bertemu orang asing dipesawat, yang dibicarakan biasanya adalah "apa pekerjaan anda", jauh sebelum kita tanya "nama" nya siapa. Kerja bukan lagi hanya sebuah "cara" mencari nafkah, tapi sebuah "makna" kehidupan kita, karena sebagian terbesar dari hidup kita ketika terjaga kita habiskan untuk hal itu. Sekedar mendapat upah untuk makan dan tinggal saja sudah tidak cukup memuaskan lagi. Makna, makna, makna.

Manusia adalah mahluk pencari makna. Mengapa menulis blog/ puisi/ status yang ramai dikomentari orang jauh memberi lebih banyak semangat kepada penulisnya, walau tidak mendapat uang? Bilamana kita menulis dan tidak ada satupun komentar, berapa banyak tulisan yang akan kita buat sebelum kita berhenti menulisnya? Bila anda diberi uang untuk menulis, tapi tahu tidak akan ada orang yang membacanya, bagaimana antusiasme anda ketika menulisnya? Kita menulis karena ingin dibaca, dan dibaca orang lain memberi makna kepada kita, dan itu mempunyai makna lebih dari "sekedar uang".

Pelajaran yang didapat bila anda memiliki anak buah adalah: Berikan makna pada pekerjaan yang dilakukan oleh anak buah anda. Feedback yang baik, rasa terimakasih, pujian akan hasil kerja, dan penggambaran bahwa apa yang telah mereka lakukan adalah bagian penting penunjang kesuksesan pekerjaan di perusahaan anda, akan memberi dampak jauh lebih besar dari pada sekedar menaikkan gajih mereka.

*Tanadi Santoso, Seoul

RSS Feed (xml)
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com