24 September 2015
Risiko Kesehatan Pada Proses Penyembelihan Hewan
Mulut dan tanduk diikat. Kedua mata sapi ditutup. Kedua kaki depan diikat, demikian juga dengan kaki belakang. (di RPH sapi bisa dipingsankan dengan proses stunning). Sapi maju ditarik sampai roboh, jatuh mengenai jerami yang sudah disiapkan sebelumnya. Ikatan kaki diperkuat. Leher sapi ditaruh di atas papan yang menutupi lubang yang tadi digali. Ada yang menarik ekor. Kaki jagal menginjak bahu sapi.Selanjutnya sesudah dibacakan doa, leher sapi digorok dengan pisau dengan sekali tebas. Sapi ngorok dan darah mancur. Daun pisang dan tangan telanjang tanpa sarung tangan menahan darah.
Proses penyembelihan hewan termasuk dalam mata rantai pengolahan makanan. Mulai dari sejak hewan diternakkan sampai ke meja makan, HACCP. Pak Anas termasuk penjamah makanan. Dia tak pernah diperiksa kesehatannya. Tak ada yang tahu apa dia lagi mencret. Apa di bokongnya ada bisul bernanah. Apa dia sakit kuning hepatitis A. Mengidap penyakit tipes, tinjanya mengadung kuman tipes tapi dia tidak sakit. Sebelum memotong hewan tak jelas dia sudah cuci tangan atau belum. Yang pasti dia tidak menggunakan sarung tangan.
Semua itu bisa menjadi biang kerok keracunan makanan. Saya pernah kebagian hewan kurban. Itu dibolehkan karena saya ikut iuran bayar harga sapi kurban. Biasa bikin sate. Tentu saja matangnya tak merata. Mujur saya tidak sakit. Jika jagalnya mengidap bisul, saya bisa mencret karena ketularan kuman stafilokokkus.
Tak ada dokter hewan yang memeriksa hewan kurban. Di Rumah Pemotongan Hewan ada dokter hewan yang memeriksa penyakit hewan. Itu yang sering terjadi dan mudah dideteksi saja. Tidak pernah diperiksa apakah hewan itu mengidap Hepatitis B misalnya. Virus ini ditularkan lewat darah. Jagal potensi tertular, karena tangannya dipakai untuk menahan darah dari leher hewan. Ada sedikit luka saja dia bisa ketularan.
Pada tahun 2013 jagal di kota Abeokuta Nigeria diperiksa kesehatannya. Ternyata 17% mengidap Hepatitis B, 4.9% brucella, 2.5% treponema (sifilis penyakit kelamin), 2.5% hepatitis C. Aneh bin ajaib kayaknya di seluruh dunia jagal ini tidak diberi alat pelindung diri. Paling banter dikasih apron saja. Saya belum tahu bagaimana di Indonesia dampak pekerjaan pemotongan hewan itu terhadap para jagal. Abbatoir ini belum masuk dalam data base occupational hazards ILO. Pada pemotongan babi ada pernah dilaporkan penyakit meningitis streptococcus suis. Ternyata kuman ini bisa juga menular ke sapi. Wah jika demikian pak Anas punya risiko juga untuk ketularan penyakit. Saya bisa mengerti mengapa Gubernur DKI menganjurkan pemotongan korban di RPH.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengenai pemotongan hewan (biasa dan korban) nampaknya perlu dilengkapi dengan persyaratan kesehatan hewan dan kesehatan pekerja pemotongan. Kesehatan pekerja bermata dua, kesehatan karyawan yang bisa menular ke daging dan dampaknya daging ke kesehatan pekerja.
Keracunan makanan bisa terjadi dimana-mana. Di warteg, hotel mewah yang mahal, kawinan, kantin perusahaan dst. Sampai kini belum pernah ada laporan keracunan makanan sesudah makan sate daging hewan korban. Namun demikian jika ada suatu saran yang lebih baik perlu dipertimbangkan.
Source: sudjokok@yahoo.co.id
Diposting oleh
agung
di
15.30
0
komentar
15 Februari 2014
Melirik Office Safety
Saatnya Kita Melirik "Office Safety" didalam nyamannya ruang kantor.
Ruang kantor berpotensi juga untuk menyebabkan terjadinya insiden kecelakaan.
Beberapa Poin berikut ini adalah beberapa potensi terjadinya insiden kecelakaan dan hal hal yang perlu diperhatikan di ruang kantor beserta penjelasannya, yang bisa kita informasikan juga pada rekan rekan kerja kita atau melalui Safety Poster/ Workplace Safety Posters/ Poster K3 bertemakan Office Safety/ Keselamatan Kerja di Ruang Kantor.
Potensi Bahaya "Slip, Trip, Fall"
Untuk Mencegah potensi bahaya "Slip, Trip, Fall" atau terpeleset, tersandung atau terjatuh, maka sebaiknya dilakukan upaya upaya seperti memastikan bahwa jalan tidak ada penghalang, tidak licin, dan pasikan juga anda menggunakan alas kaki yang nyaman, aman, dan proporsional untuk berjalan.
Potensi Bahaya Cedera Otot
Untuk mencegah bahaya cedera notot, maka hendaklah setiap orang memperhatikan berat benda yang dibawa, arah dan jarak mengangkat benda dan disesuaikan dengan kemampuan prbadi. Perhatikan cara mengangkat benda yang aman.
Potesi Bahaya Terjepit
Hati hati ketika berada diantara dua benda sepeti pintu yang terbuka atau laci meja yang terbuka, karena berpotensi timbulnya bahaya terjepit.
Terbentur atau Membentur Benda di Ruang Kantor
Pastikan benda benda di ruang kantor yang disimpan atau yang sedang dipindahkan tidak menghalangi akses jalan sehingga dapat mencegah insiden terbentur atau membentur benda tersebut
Tata Letak Penyimpanan Benda
Pastkan benda benda di ruang kantor diletakan dalam posisi yang Aman dan tidak berpotensi terjatuh dan menimpa seseorang.
Faktor Egronomis
Perhatkan posisi Anda ketika bekerja seperti keika sedang duduk, sedang mengangkat benda, agar tetap memenuhi kriteria faktor faktor egronomis.
Kualitas udara dalam ruang kantor
Pastikan sirkulasi udara dalam dalam ruangan mengalir dengan baik sehingga kesegaran udara dalam ruang kantor tetap terjaga.
Kualitas Cahaya & Suara
Atur pencahayaan selama bekerja sehingga ruangan mendapat pencahayaan yang proporsional serta pastikan ruangan terbebas dari suara suara dari benda sekitar yang menimbulkan kebisingan.
Peralatan Elektronik
Cegah potensi bahaya tersengat aliran listrik dengan memperhatikan instruksi dalam pengunan alat alat lektronik di kantor, seperti selalu mematikan komputer apabila sudah tidak digunakan.
Kesiapan menghadapi kebakaran
Pastikan setiap karyawan yang berada di ruang kantor mengetahui prosedur menghadapai kebakaran seperti cara mengunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan mengetahui tempat APAR diletakan.
Sebagian hal hal diatas hanyalah sebgian kecil dari banyaknya faktor yang bisa mendukung "Office Safety".
Anda memiliki tips tips bermanfaat lainnya yang bisa bermanfaat untuk para karyawan yang bekerja di ruang kantor ?. Kami tunggu tips bermanfatnya.
Sumber: www.lorco.co.id / Widi Safari
Diposting oleh
agung
di
23.30
0
komentar

