Bagaimana agar anak Anda dapat selalu terjaga keselamatannya ?
Berbagai media memberitakan hal hal yang memilukan tentang anak anak bangsa ini. Penculikan, pembunuhan, aktivitas jual beli anak yang korbannya adalah anak anak bangsa ini. Kita harus melakukan sesuatu. Dengan menjaga keselamatan anak anak kita tanpa mengganggu aktivitas keseharian mereka adalah suatu langkah kecil untuk keselamatan anak anak bangsa ini.
The National Center for Missing & Exploited Children di Amerika memberikan 25 tips praktis utuk menjaga agar Anak Anda selalu aman di berbagai aktivitas kehidupan mereka.
Saat berada di rumah
1. Ajari anak agar hafal nama lengkap mereka, nama lengkap Anda sebagai orang tua, alamat rumah, dan no telpon rumah.
2. Pastikan anak tahu cara menghubungi kantor Anda dan telepon genggam Anda
3. Ajari anak bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghubungi nomor darurat dan pastikan mereka mempunyai orang dewasa yang sudah dipercaya apabila mereka dalam kondisi darurat
4. Perintahkan anak untuk tetap menjaga pintu rumah agar tetap terkunci, bagaimana cara menjawab telepon dengan baik dan larang mereka untuk membuka pintu dan berbicara pada orang yang tidak dikenal saat mereka sendirian di rumah. Buatlah hal hal tersebut sebagai suatu aturan di rumah.
5. Piihlan baby sitter penjaga anak (apabila diperlukan) yang nama baiknya sudah dikenal berdasarkan referensi dari teman, kerabat, atau tetangga. Lakukan "inspeksi mendadak" dengan tiba tiba pulang ke rumah untuk melihat kondisi anak bersama baby sitter di rumah dan mintalah anak untuk menceritakan kondisi mereka ketika bersama sang baby sitter.
Saat berakivitas di dunia maya
6. Pahami dunia internet agar kita dapat megajarkan anak lebih jauh mengenai keamanan di dunia internet.
7. Tempatkan komputer keluarga di area umum di dalam rumah dan hindari untuk menmpatkannya di dalam kamar. Buat aturan tentang penggunaan internet untuk anak serta awasi aktivitas online mereka.
8. Ketahui tempat tempat mengakses internet anak anda saat berada di sekolah, perpustakaan atau rumah teman temannya
9. Gunakan pengaturan "Privacy" pada web jejaring sosial untuk mencegah kontak dengan pengguna yang tidak jelas asal usulnya, serta samarkan nama anak anda yang ditampilkan di profil web ejaring sosial Anda
10. Komunikasikan dengan baik kepada anak Anda agar mengungkapkan segala hal yang berkaitan dengan interaksi mereka dengan orang orang yang membuat anak Anda merasa sedih, takut, atau kebingungan
11. Peringatkan anak Anda agar tidak menampilkan fotonya atau foto temannya yang dianggap melanggar norma kesopanan
saat beraktivitas di sekolah
12. Antarkan anak Anda sesekali sambil memperkenalkan rute jalan, tempat tempat yang mudah dikenali sepajang jalan, dan tempat aman untuk bersembunyi atau meminta bantuan apabila mereka diikuti oleh orang yang mencurigakan.
13. Ingatkan anak agar selalu bersama teman kapanpun saat mereka berjalan, mengendarai sesuatu ke sekolah, atau menunggu kendaran umum/ jemputan di tempat pemberhentian.
14. Peringatkan anak agar jangan menerima tumpangan sembarangan tanpa seizin Anda
Saat Beraktivitas di Luar
15. Bawa anak Anda berkeliling utuk mengenal tetangga tetangga dan sampaikan kepada mereka, rumah tetangga mana saja yang boleh mereka kujungi tanpa harus Anda temani
16. Ingatkan anak Anda bahwa tidak mengapa mengatakan"tidak" terhadap apapun yang membuat mereka merasa takut, tidak nyaman, atau membingungkan dan komunikasikan dengan baik agar mereka mengatakan apapun yang membuat mereka merasa takut, tidak nyaman, atau membingungkan
17. Ajari dan biasakan anak untuk meminta izin dahulu sebelum meninggalkan rumah
18. Ingatkan Anak Anda agar tidak bermain atau berjalan diluar rumah sendirian
19. Ajari anak Anda agar jangan mendekati kendaraan yang mereka tidak kenal pemiliknya, dan pastikan agar mereka selalu didampingi orang tua atau orang yang dikenalnya.
20. Lakukan sedikit latihan aktivitas tanggapan bersama anak Anda, seperti bertanya "Bagamana apabila sepedamu rusak di tengah perjalanan? Kepada siapa kamu akan minta pertolongan?"
21. Ajari anak Anda agar selalu mengikuti Anda apabila ada perubahan rencana
22. Ketika acara keluarga di luar, tentukan satu titk berkumpul yang mudah dicari apabila Anda dan anak Anda terpisah.
23. Ajari anak Anda cara menemuka bantuan apabila sedang berada di tempat umum seperti Mall, Taman Bermain, dsb., dan tunjukkan kepada sipa saja mereka boleh minta pertolongan, seperti satpam, resepsionis, petugas yang diengkapi name tag, dsb.
24. Bantu anak Anda untuk mengenali dan menghindari sesuatu yag beresiko membahayakan, sehingga mereka siap mengatasinya apabila hal tersebut menimpa mereka.
25. Ajari anak Anda cara mengataasi kondisi apabila mereka ditangkap seseorang agar memuat suatu rencana untuk melarikan diri dan tetap berusaha untuk melarikan diri dengan aktivitas seperti menendang nendang, berteriak, dan tetap melakukan perlawanan.
Semoga Anak Anak kita dapat selalu terjaga keselamatannya dan selalu dalam perlindungan Sang Maha Kuasa.
Salam Safety
Sumber: www.lorco.co.id
16 Februari 2013
25 Tips Menjaga Keselamatan Anak Tanpa Mengganggu Berbagai Aktivitas Kehidupan
Diposting oleh
agung
di
01.19
0
komentar
Label: Tips
16 Januari 2013
Monitoring dan Inspeksi Lapangan, Peran Penting Seorang Manager
(Vibizmanagement – Leadership) Dari sekian banyak aspek manajemen, salah satu diantaranya yang relatif sering dilalaikan adalah monitoring atau inspeksi lapangan. Padahal monitoring atau inspeksi merupakan salah satu aspek terpenting untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan dan tanggungjawab terlaksana dengan baik.
Seorang pemimpin memang tidak harus mengerjakan hal-hal yang terlalu detail yang seharusnya dikerjakan oleh bawahannya. Seorang pemimpin harus mampu mengerjakan tugas yang lebih bersifat strategic. Namun, hal itu bukan berarti seorang manajer tidak menguasai tugas-tugas yang dilakukan oleh anggota timnya. Seringkali kita melihat seorang manajer yang ‘malas’ untuk beranjak dari meja kerja, hanya membaca dan mengirim email, menulis dan menandatangani memo persetujuan, dan sibuk menelepon atau rapat.
Ada 2 hal yang menyebabkan terjadinya hal tersebut :
1. Manajer tersebut pemalas, hanya menyuruh saja tanpa memberikan masukan dan arahan kepada bawahannya.
2. Manajer tersebut tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai tugas-tugas yang dikerjakan oleh angota teamnya secara detail, sehingga tidak bisa mengadakan koreksi, memberikan teguran ataupun masukan yang diperlukan. Terkadang ada rasa malu jika ketahuan tidak menguasai detail lapangan.
Untuk poin pertama, merupakan karakter yang tidak selayaknya dimiliki oleh seorang manajer. Hampir dapat dipastikan manajer yang malas dan ’bossy’ tidak akan mendapat dukungan penuh dari anggota tim. Untuk alasan nomor 2, masalah tersebut sebenarnya dapat dipecahkan supaya tidak berlarut-larut. Untuk menjadi seorang inspektur yang baik, Anda harus memahami tugas Anda sampai ke hal-hal yang teknis dan detil. Anda harus terus belajar sehingga ketika tiba saatnya melakukan inspeksi, Anda akan sepenuhnya mengetahui apa yang benar dan apa yang tidak benar yang terjadi di lapangan. Seorang manajer membutuhkan perencanaan untuk dapat menyiapkan suatu jadwal inspeksi sedemikian rupa, sehingga dalam jangka waktu tertentu Anda akan dapat memberi perhatian terhadap semua segi / aspek operasional Anda.
Manfaat melakukan inspeksi atau monitoring lapangan
1. Inspeksi akan meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja
Begitu Anda menemukan dan segera memperbaiki prosedur atau aspek-aspek operasi kerja yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, atau segala sesuatu yang hanya menghabiskan waktu dan uang milik perusahaan, maka hal tersebut dapat segera diperbaiki. Pada dasarnya, sebagian keuntungan perusahaan berasal dari uang yang berhasil diselamatkan oleh para manajer dari ’operational cost’ ditempat kerja mereka masing-masing.
2. Inspeksi akan meningkatkan aspek keamanan kerja
Anda akan mengetahui secara pasti, apa saja ketentuan yang sudah dan belum dilaksanakan dengan baik. Ketentuan dan metode kerja apa yang sudah ketinggalan jaman dan perlu diperbaharui. Apakah ada peluang terjadinya ’fraud’ dengan pola kerja yang sedang diterapkan dan harus segera diantisipasi.
3. Inspeksi akan meningkatkan kualitas lingkungan kerja
Jika seorang pemimpin akan melakukan peninjauan lapangan, maka biasanya para bawahan akan segera berbenah dan mengadakan persiapan khusus, apalagi jika mereka sudah mengetahuinya sejak awal. Mungkin ’ancaman’ inspeksi itu merupakan cara terbaik untuk senantiasa memperoleh lingkungan kerja yang serba bersih dan rapi. Dari kerapihan pengaturan suatu ruang kerja, kita sudah dapat menerka apakah pekerjaan-pekerjaan yang berlangsung di dalamnya terlaksana dengan baik.
4. Inspeksi akan meningkatkan keharmonisan hubungan atasan – bawahan.
Usahakan agar setiap kunjungan inspeksi atau peninjauan lapangan menjadi kunjungan yang sifatnya bersahabat. Selama memungkinkan, ingatlah selalu nama-nama pegawai Anda dan apa tugas-tugas yang mereka kerjakan. Tanyakan kepada mereka, keadaan rumah tangga, istri dan anak-anaknya. Perhatain yang tulus yang Anda berikan kepada para bawahan tersebut akan meningkatkan semangat dan moral kerja mereka.
Tujuh Langkah Prosedur Inspeksi
1. Sisihkan selalu waktu tertentu untuk menjalankan inspeksi harian. Jangan meninjau hal yang sama pada saat yang sama setiap hari. Buatlah tindakan kejutan yang mendadak sifatnya.
2. Pelajarilah terlebih dahulu hal-hal yang akan Anda inspeksi. Pelajari dengan cermat dan kuasai lebih dulu segi-segi tertentu yang akan Anda inspeksi.
3. Tinjaulah secara lebih mendalam segi-segi yang telah Anda pilih. Periksalah secara lebih seksama aspek, bidang atau segi-segi permasalahan yang telah Anda pilih untuk ditinjau.
4. Laksanakanlah penekanan pada hal-hal khusus selama inspeksi. Anda harus senantiasa berada dalam kondisi yang memungkinkan Anda untuk tetap menguasai situasi agar Anda dapat selalu tampak sebagai seorang ahli. Caranya, bertahanlah pada aspek-aspek tertentu yang sejak awal telah anda tentukan untuk diperiksa.
5. Langkahilah mata rantai kekuasaan dalam melakukan inspeksi. Tidak akan ada peninjauan yang memuaskan apabila Anda melakukannya secara berjenjang sesuai dengan tingkatan kekuasaan dalam perusahaan. Langsung sajalah turun ke lapangan agar Anda dapat melihat sendiri apa yang terjadi di tingkat operasional.
6. Ajukan berbagai pertanyaan sebanyak mungkin . Berilah kesempatan kepada karyawan Anda untuk menjelaskan tentang segala sesuatu yang telah mereka kerjakan
7. Pastikan kembali setiap kesalahan yang telah Anda temukan. Kegiatan inspeksi atau peninjauan tidak akan ada gunanya sama sekali kalau Anda tidak mengambil langkah-langkah seperlunya untuk memperbaiki kesalahan yang Anda temukan itu. Oleh karena itu, buatlah tindak lanjut
Diposting oleh
agung
di
01.13
0
komentar
Label: Tips

RSS Feed (xml)